Bid’ah Hasanah, Adakah?
Kita, telah sering menjelaskan bahwa bid’ah itu terbagi 5 macam, yaitu bid’ah yang mubah, bid’ah yang mandub, bid’ah yang wajib (ketiga macam ini biasa disebut bid’ah hasanah atau mahmudah), bid’ah yang makruh, dan bid’ah yang haram (yang dua ini biasa disebut bid’ah sayyi’ah atau madzmumah). Namun sebagian kaum terus saja menolaknya dengan perkataan-perkataan yang mereka sendiri tidak benar-benar memahaminya.
Shalat Nishfu Sya’ban Menurut Ibnu Taymiyyah
Dalam kebiasaan kita di malam Nishfu Sya’ban adalah berdoa untuk dipanjangkan umur kita dalam ibadah, diluaskan rizqi kita dalam ibadah, dan agar diwafatkan dalam keadaan baik (husnul khatimah). Bukanlah termasuk kebiasaan kita untuk mendirikan shalat khusus pada malam nishfu Sya’ban. Habib Munzir pernah ditanya mengenai shalat malam Nishfu Sya’ban. Beliau menjawab, “Kami tidak mengajarkan shalat nishfu Sya’ban.” Dan di lain kesempatan beliau menjelaskan, “Mengenai shalat sunnah di malam nishfu Sya’ban dalilnya dhoif (lemah). Namun hal itu mustahab, karena disunnahkan pada malam itu untuk memperbanyak ibadah, dan tentunya shalat adalah salah satu ibadah terluhur.” Jadi beliau tidak mengajarkan shalat Nishfu Sya’ban, tetapi jika memperbanyak shalat sunnah pada malam nishfu Sya’ban atau memperbanyak ibadah lainnya pada malam tersebut, maka hal itu mustahab.
Mengirim Hadiah Pahala bagi Mayyit menurut Syaikh ibnu Taymiyyah
Syaikh ibnu Taymiyyah pernah ditanya tentang ayat dan hadits yang dijadikan dalil oleh sebagian orang untuk menyatakan bahwa hadiah pahala bagi mayyit itu tidak sampai. Ayat dan hadits tersebut adalah:
وَأَنْ لَيْسَ لِلْإِنْسَانِ إِلَّا مَا سَعَى
“dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya.” [qs. an-najm: 39]
Sunnatun Hasanatun dan Sunnatun Sayyi-atun
“Sebaik-baik hadits itu adalah Kitab Allah dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad dan sejahat-jahat perkara adalah perkara baru. Tiap-tiap perkara baru adalah bid’ah , dan setiap bid’ah adalah sesat. [HR. Muslim dari Jabir, Al-Bukhari telah mentakhrijkannya sebagai mawquf atas Ibnu Mas'ud]
Bid’ah Hasanah dan Bid’ah Dholalah
Dari Jabir bin ‘Abdillah rodhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda dalam suatu khuthbahnya (yang artinya): “Ammaa ba’d, Sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah Kitaabullaah dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dan sejelek-jelek perkara adalah perkara yang diada-adakan dan setiap bid’ah adalah sesat.” [HR. Muslim]
Tholabul Ilmi
Menuntut ilmu itu wajib atas tiap Muslimin dan Muslimah. [Al-Hadits]
Barang siapa yang menempuh satu jalan untuk menuntut ilmu maka Allah akan mempermudah jalannya menuju surga. (HR.Muslim)
Cakupan Ibadah
Ibadah secara etimologi berarti merendahkan diri serta tunduk. Di dalam syara’, ibadah mempunyai banyak definisi, tetapi makna dan maksudnya satu. Definisi itu antara lain adalah:
1. Ibadah ialah taat kepada Allah dengan melaksanakan perintah-Nya melalui lisan para rasulNya.
2. Ibadah adalah merendahkan diri kepada Allah Subhannahu wa Ta’ala yaitu tingkatan tunduk yang paling tinggi disertai dengan rasa mahabbah (kecintaan) yang paling tinggi.
3. Ibadah ialah sebutan yang mencakup seluruh apa yang dicintai dan diridhai Allah Subhannahu wa Ta’ala , baik berupa ucapan atau perbuatan, yang zhahir maupun yang batin. Ini adalah definisi ibadah yang paling lengkap.
Dzikir Berjama’ah (2)
Satu-satunya dasar penilaian tentang bid’ahnya dzikir bersama itu sesungguhnya hanyalah apa yang dikemukakan oleh Al-`Allamah Abu Ishaq Ibrahim bin Musa bin Muhammad Al-Lakhmi As-Syathibi (beliau meninggal dunia pada th. 790 H, rahimahullah wa askanahu fi jannatihi ) dalam kitab beliau Al-I’tisham . Beliau menerangkan padanya:
Dzikir Berjama’ah (1)
Terdapat beberapa hadits-hadits Nabi shallallahu `alaihi wa alihi wasallam yang memberitakan keutamaan majelis-majelis dzikir dan halaqah-halaqah dzikir di sisi Allah Ta`ala. Juga hadits-hadits tersebut memberitakan adanya halaqah-halaqah dzikir di kalangan para Shahabat Nabi shallallahu `alaihi wa alihi wasallam di masa hidupnya Nabi Muhammad shallallahu `alaihi wa alihi wasallam . Hadits-hadits itu antara lain adalah sebagai berikut:
Ijtihad Menurut Syaikh Utsaymin
Sebagian kaum muda mengatakan bahwa kita semua boleh berijtihad. Namun, bagaimana pendapat Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin mengenai hal ini ketika ditanya mengenai hukum ijtihad dalam Islam?